Sabtu, 18 April 2015

Manusia dan Pemujaan



Pemujaan berasal dari kata “puja” yang dalam kamus besar bahasa Indonesia itu adalah upacara yang dilakukan dengan penuh khidmat untuk menghormati dan menunjukkan kepada Tuhan dan dewa-dewa. Sedangkan pemujaan memiliki pengertian dalam dua aspek, yaitu yang dipuja dan yang memuja.
Pemujaan adalah bentuk komunikasi yang dilakukan oleh manusia untuk berkomunikasi dengan Tuhannya, biasanya dilakukan dengan cara atau suatu ritual tertentu sesuai dengan kepercayaan agama tersebut. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.

Pemujaan adalah dimana kita memuja atau mengagungkan sesuatu yang kita senangi.Pemujaan dapat dilakukan dalam berbagai aspek seperti memuja pada leluhur,memuja pada agama tertentu dan kepercayan yang ada.seperti Pemujaan pada leluhur adalah suatu kepercayaan bahwa para leluhur yang telah meninggal masih memiliki kemampuan untuk ikut mempengaruhi keberuntungan orang yang masih hidup. Dalam beberapa budaya Timur, dan tradisi penduduk asli Amerika, tujuan pemujaan leluhur adalah untuk menjamin kebaikan leluhur dan sifat baik pada orang hidup, dan kadang-kadang untuk meminta suatu tuntunan atau bantuan dari leluhur. Fungsi sosial dari pemujaan leluhur adalah untuk meningkatkan nilai-nilai kekeluargaan, seperti bakti pada orang tua, kesetiaan keluarga, serta keberlangsungan garis keturunan keluarga.

Pemujaan itu sendiri dapat digolongkan menjadi beberapa golongan, diantaranya :

1. Pemujaan terhadap Tuhan YME
        Manusia diciptakan oleh ALLAH SWT, untuk itu alangkah lebih baiknya kalau kita selalu bersyukur kepada sang Pencipta, lalu bagaimana caranya???, mudah saja cara bersyukur yang benar adalah dengan menjalankan perintah ALLAH SWT dan menjauhi segala larangannya. dengan begitu kita akan termasuk kepada orang-orang yg beriman dan bertaqwa.

2. Pemujaan terhadap Alam Semesta
           Masih berkaitan dengan pembahasan pada point 1, bahwa alam semesta itu diciptakan oleh ALLAH SWT. Oleh karenanya, kita sebagai khalifah di muka bumi ini sewajibnya untuk menjaga dan memelihara alam semesta ini. Cara yang paling mudah saja yaitu dengan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan begitu alam pun akan bersahabat dengan kita dan juga segala bencana alam seperti banjir dan yang lainnya tidak akan terjadi.

3. Pemujaan terhadap benda-benda yang dianggap suci
          Biasanya pemujaan pada benda suci dilakukan oleh orang pada zaman dahulu. Hal ini dikarenkan pada zaman dahulu manusia belum mengenal apa itu Agama. jadi banyak orang dulu yang menganggap benda-benda seperti pohon, batu, dan yang lainnya adalah sebagai sesuatu hal yg suci yang harus mereka sembah.

4. Pemujaan terhadap Sesama Manusia
           Maksud dari pembahasan ini adalah kita sesama manusia harus saling hormat-menghormati. Karena Manusia dimuka bumi ini derajatnya dimata ALLAH SWT adalah sama. untuk itu sesama manusia haruslah saling menghormati. lalu bagaimana contohnya?, contohnya simpel dengan kita menghargai Hak Asasi Manusia saja kita sudah bisa dikatakan menghormati sesama manusia.


Senin, 13 April 2015

Unsur Cinta Menurut Dr. Sarlito W Sarwono


Unsur Cinta
Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Bisa dialami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Perkataan sentiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam pengertian abad ke-21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu.
Dan Pengertian Cinta menurut Dr Sarlito W Sarwono, bahwa Cinta memiliki 3 unsur yaitu :
1.            Keterikatan
Adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dirinya. Contoh rasa cinta yang ada pada bayi yang mana bayi tersebut memiliki rasa keterkaitan dan ketergantngan kepada orang tuanya  dan begitu juga sebaliknya orang tua bayi tersebut tidak akan pergi tanpa membawa bayinya. Orang tersebut memiliki suatu hubungan yang sudah mengikat mereka dalam cinta. 

2.            Keintiman
Adanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi panggilan formal seperti bapak, ibu saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan sebagainya.Contoh yang terjadi kepada suami-isteri makan minum dari satu piring, cangkir tanpa rasa risi, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-lainya. dan juga yang terjadi pada sepasang sahabat yang memang sudah tidak ada jarak lagi pada diri mereka. 

3.            Kemesraan 
Adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen rindu kalo jauh atau lama tak bertemu, adanya ungkapan ungkapan rasa sayang dan seterusnya. Kasus contohnya yang terjadi kepada remaja yang sedang dimabuk cinta atau istilah yang sering terdengar adalah pacaran. Dimana kebanyakan dari mereka mengungkapkan rasa sayangnya lewat belaian, sentuhan perhatian dll. Begitu pula halnya kepada sepasang suami-isteri, orang tua-anak , dan lain sebagainya .

Daftar Pustaka :
Sarwono , Sarlito W . (2010) . Pengantar Psikologi Umum . Jakarta : Rajawali Pers

Senin, 23 Maret 2015

Kaitan Manusia dengan Budaya



         Kaitan manusia dan kebudayaan ialah karena keduanya merupkan suatu zat yang di nilai sebagai zat yang dwitunggal, walaupun keduanya berbeda namun keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa di lepas kan satu dengan yang lainnya. Budaya di ciptakan oleh manusia, budaya ini di ciptakan agar tercitanya peraturan-peraturan yang mengatur hidup manusia agar sesuai dengan lingkungannya. Tampak keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa di psahkan satu dengan yang lainnya.
        Manusia memiliki peran penting dalam terbentuknya suatu kebudayaan. Selain manusia sebagai subjek atau pelaku kebudayaan, ada pula faktor-faktor lain seperti : Ilmu pengetahuan dan teknologi, trend yang sedang berkembang, dan lokasi atau lingkungan lahirnya kebudayaan tersebut, yang mempengaruhi adanya budaya baru dalam masyarakat tertentu.
         Manusia seperti yang kita tahu sangat erat kaitannya dengan kebudayaan. Dalam pengertian, manusia dan kebudayaan itu mempunyai arti tersendiri. maksudnya, walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan.
Manusia adalah penganut kebudayaan, pembawa kebudayaan, pencipta kebudayaan, Dimana Manusia dan kebudayaan merupakan hubungan yang gak bisa dipisahkan dalam kehidupan kita ini. Karena  kebudayaan tercipta dari suatu kumpulan atau komunitas manusia yang saling bersosialisasi dan menciptakan kebudayaan.


Minggu, 15 Maret 2015

Hakikat Manusia

        Hakikat manusi adalah suatu peran ataupun fungsi yang harus dijalankan oleh setiap manusia. Hal yang paling penting untuk membedakan manusi dengan makhluk lainnya adalah manusia dilengkapi dengan akal, pikiran, perasan dan keyakinan untuk mempertinggi kualitas hidupnya di dunia. Manusia merupakan ciptaan Allah SWT yang memiliki derajat paling tinggi di antar ciptaan lainnya. Dibandingkan dengan makhluk lainnya, manusia mempunyai banyak kelebihan. Hal tersebut menyebabkan manusia satu dengan yang lain memiliki perbedaan dengan makhluk lainnya.        Manusia adalah ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa ataupun roh sebagai satu kesatuan yang utuh. Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna didunia. Hal ini dikarenakan hanya manusia yang memiliki akal dan pikiran. Oleh sebab itu, manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia juga merupakan makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi. Interaksi tersebut dapat terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Oleh sebab itu, manusia mempunyai suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.

Minggu, 08 Maret 2015

Ilmu Buudaya Dasar

                  Ilmu Budaya Dasar
 
                  Pengertian Ilmu Budaya Dasar

                           Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
 
                  Pengertian Ilmu Budaya Dasar Secara Pribadi

                          Ilmu budaya dasar IBD dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang studi-studi terhadap perkembangan maupun pengamatan tentang manusia sebagai makhluk sosial. Ilmu budaya dasar bukanlah ilmu sastra, ilmu filsafat, ataupun ilmu tari maupun yang terdapat dalam pengetahuan budaya. Tetapi ilmu budaya dasar hanya menggunakan karya-karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mendekati masalah-masah kemanusiaan dan budaya.
                          Ilmu budaya dasar akan membantu kita untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai budaya dapat menjadi lebih luas. IBD merupakan permasalahan dasar manusia yang dialami dan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Pada sat ini banyak kita temukan orang sering mengabaikan sikap dan prilaku moral, banyak diantara kita menganggap bahwa aspek moral itu tidak penting.
                          Ilmu budaya dasar termasuk ilmu yang sangat penting untuk dipelajari. Karena ilmu budaya dasar mengkaji nilai-nilai kebudayaan tentang berbagai macam masalah dalam kehidupan sehari hari.

    Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli Barat
 
    E. B. Tylor dalam buku “Primitif Culture”, bahwa kebudayaaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung ilmu pengetahuan yang lain serta kebiasaan yang didapat manusia sebagai anggota masyarakat.
 
    R. Linton dalam buku “The Cultural Background of Personality’, bahwa kebudayaan adalah konfigurasi dari tingkah laku dan hasil laku, yang unsur – unsur pembentukan didukung serta diteruskan oleh anggota masyarakat  tertentu.
 
    C. Klukhohn dan W.H. Kelly menyatakan kebudayaan adalah sebagai hasil tanya jawab dari para ahli antropologi, sejarah, hukum, psychologi, yang implisit dan eksplisit, rasional, irasional terdapat pada setiap waktu sebagai pedoman yang potensial bagi tingkah laku manusia.
 
    Melville J. Herskovits mendenifisikan kebudayaan sebagai “man made part of the environtment” (bagian dari lingkungan buatan manusia).
 
    Dawson dalam buku “Age of the Gods”, mengatakan bahwa kebudayaan adalah cara hidup bersama (culture is common way of life)
 
    J.P.H. Dryvendak mengatakan bahwa kebudayaan adalah kumpulan dari cetusan jiwa manusia sebagai yang beraneka ragam berlaku dalam suatu masyarakat tertentu.
 
    Ralph Linton (1893 – 1953) seorang antropolog Amerika menyatakan kebudayaan adalah “Man’s social heredity” (sifat sosial manusia yang temurun).
 
    M. Jacobs dan B.J. Stern menyatakan kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi sosial, ideologi, religi, dan kesenian serta benda yang semuanya merupakan warisan sosial.
 
    Dr. K. Kupper mengemukakan kebudayaan adalah sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengaruh bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupuan kelompok.
 
    William H. Haviland mengatakan kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksnakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat diterima oleh semua masyarakat.
 
    Francis merill  
    ·  Pola – pola perilaku yang dihasilkan oleh interaksi sosial.
    ·  Semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh seorang sebagai anggota suatu masyarakat yang ditemukan melalui interaksi simbolis.
 
    Bounded et.al merupakan sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol – simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya budaya antara para anggota suatu masyarakat. Pesan – pesan tentang kebudayaan yang diharapkan dapat ditemukan didalam media pemerintahan, institusi agama, sistem pendidikan dan semacam itu. 
 
    Mitchel ( dictionary of soribology ) merupakan sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar dialihkan secara genetikal.  
 
    Robert H Lowie merupakan segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat-istiadat, norma – norma artistik, kebiasaan makan, keahlian yang diperoleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang didapat melalui pendidikan formal dan informal.
 
    Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli Indonesia
 
    Prof. Dr. Koentjaraningrat menyatakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan yang teratur oleh tata kelakuan yang harus didapatnya dengan belajar dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat.

    Sultan Takdir Alisyahbana mengatakan kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.
 
    Dr. Moh. Hattta, kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.
 
    Mangunsarkoro, kebudayaan adalah segala yang bersifat hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang seluas – luasnya.
 
    Drs. Sidi Gazalba, kebudayaan adalah cara berpikir dan merasa menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari golongan manusia yang membentuk kesatuan sosial dengan suatu ruang dan suatu waktu.
 
    Ki Hajar Dewantara, kebudayaan berarti buah budi manusia adalh hasil perjuangan manusia terhadp dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusiauntuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran dalam hidup dan penghidupan guna mencapai keselamatan  dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai. 
 
    Arkeolog R. Seokmono, kebudayaan adalah keseluruhan hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa pikiran dan dalam hidup.   
 
    Prof. M.M. djojodiguno dalam buku “Asas – asas Sosiologi (1958)”, kebudayaan/budaya adalah daya dari budi, yang berupa cipta, rasa, dan karsa.

    Cipta  : Ilmu pengetahuan, yang bersumber dari                            pengalaman lahir dan batin.
                
                 Karsa : Norma – norma keagamaan/kepercayaan, 
                            yang bersumber dari “sangkan (lahir) dan paran                (mati)”.
 
    Rasa  : Norma keindahan yang menghasilkan kesenian,                  yang bersumber dari keindahan dan  menolak                    keburukan atau kejelekan.

Daftar Pustaka :

MP.Suryadi,Drs; Ilmu Budaya Dasar; Modul UT;PT Karunia, Jakarta,(1990)
Muhammad Kadir SH, Ilmu Budaya Dasar; Fajar Agung,Jakarta,(1990)





Kamis, 08 Januari 2015

Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota

Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota

     Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas, masyarakat adalah keseluruhan hubungan–hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa, dan sebagainya. Dalam arti sempit, masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek–aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.
Pengertian Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota Menurut Para Tokoh
     Masyarakat pedesaan (rural community) adalah masyarakat yang penduduknya mempunyai mata pencaharian utama di sektor bercocok tanam, perikanan, peternakan, atau gabungan dari kesemuanya itu. Pengertian masyarakat pedesaan menurut para ahli :
  1.  Bambang Utoyo, desa adalah tempat sebagian besar penduduk yang bermata pencarian di bidang pertanian dan menghasilkan bahan makanan.
  2. Rifhi Siddiq, desa adalah suatu wilayah yang mempunyai tingkat kepadatan rendah yang dihuni oleh penduduk dengan interaksi sosial yang bersifat homogen, bermatapencaharian dibidang agraris serta mampu berinteraksi dengan wilayah lain di sekitarnya.
  3.  Sutarjo Kartohadikusumo, desa adalah kesatuan hukum tempat tinggal suatu masyarakat yang berhak menyelenggarakan rumahtangganya sendiri merupakan pemerintahan terendah di bawah camat.
     Masyarakat perkotaan (urban community) lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Pengertian masyarakat perkotaan menurut para ahli :
  1. Wirth, kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.
  2. Max Weber, kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.
  3. Dwigth Sanderson, kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih. Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.
Perbedaan antara Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota Menurut Tokoh


     Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994), perbedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.
Kita dapat membedakan antara masya-rakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut:

·         Masyarakat Pedesaan :
1.       Perilaku homogen
2.       Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
3.       Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status
4.       Isolasi sosial, sehingga statik
5.       Kesatuan dan keutuhan kultural
6.       Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
7.       Kolektivisme
·         Masyarakat Perkotaan :
1.       Perilaku heterogen
2.       Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
3.       Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
4.       Mobilitassosial,sehingga dinamik
5.       Kebauran dan diversifikasi kultural
6.       Birokrasi fungsional dan nilai-nilaisekular
7.       Individualisme
     Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan (Soekanto, 1994). Selanjutnya Pudjiwati (1985), menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu, adalah pertama-tama, hubungan kekerabatan. Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya merupakan pekerjaan sambilan saja.

     Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting. Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Nimpoeno (1992) menyatakan bahwa di daerah pedesaan kekuasaan-kekuasaan pada umumnya terpusat pada individu seorang kiyai, ajengan, lurah dan sebagainya.
Alasan Warga Desa yang Sebagian Besar Adalah Petani Tak Ingin Lagi Berkerja sebagai Petani

          1. Petani identik dengan kemiskinan (struktural)
·         Biro Pusat Statistik (BPS) mengungkap Maret 2012, 63 persen dari 29.13 juta penduduk miskin di Indonesia tingal di pedesaan, hal ini secara otomatis dipahami bahwa itu adalah petani dan buruh tani.
·         Profesor Sajogyo mengungkap bahwa kepemilikan lahan petani gurem di Indonesia adalah rata-rata kurang dari 0.5 hektar, dan setiap tahun meningkat sebesar 1.5% per tahun, dan jumlah buruh tani meningkat dengan laju 5% per tahun. Penguasaan lahan oleh Pemerintah lebih banyak diberikan kepada “masyarakat kota” dibanding kepada “masyarakat pedesaan.” Setiap tahun puluhan ribu hektar lahan sawah berubah fungsi menjadi pemukiman, kawasan industri/pabrik-pabrik, kota mandiri, dan bahkan tempat bermain golf.

          2. Petani identik dengan rendahnya pendidikan
Sebagai akibat poin-1 di atas, generasi yang lebih berpendidikan tidak akan memilih profesi petani, sehingga profesi petani adalah pilihan yang terpaksa untuk yang berpendidikan rendah dan orang tua-orang tua. Data BPS berdasarkan Sensus Pertanian 2003 mengungkap bahwa 80 persen dari petani kita hanya menamatkan pendidikan paling tinggi setingkat sekolah dasar (SD).
          3. Kita Suka Yang Instan dan Gampang
Kebijakan pembangunan ekonomi mulai meninggalkan sektor pertanian dengan memacu pertumbuhan industri pengolahan yang penuh ketergantungan pada impor. Ini adalah kebijakan yang mudah dengan mengimpor kita tak perlu bekerja keras untuk memproduksi sendiri kebutuhan keseharian kita. Mengimpor berarti membeli, tidak punya uang ya kita hutang. Negara kita lebih suka mengimpor beras, kedelai, gula, sayuran, daging, padahal kita mempunyai sumber daya alam yang luar biasa banyak, demikian juga luas lahannya. Dan lebih buruknya kita menyadari akan melimpahnya sumber daya alam yang kita miliki ini.
     Krisis ekonomi yang terjadi berkali-kali menunjukkan dan membuktikan bahwa sektor pertanianlah sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan mempunyai daya tahan tinggi terhadap krisis ekonomi yang terjadi di banding dengan sektor-sektor lain. Tapi, kita menganak-tirikan sektor pertanian ini. Jika tak diperbaiki dengan semangat kerja keras untuk bisa memenuhi kebutuhan sendiri, sebentar lagi kita tidak hanya mengimpor produk pertanian, bahkan juga akan mengimpor petani untuk memproduksi kebutuhan kita. Dan akhirnya petani asli Indonesia akan menjadi kenangan.
http://hedisasrawan.blogspot.com/2014/07/16-pengertian-desa-menurut-para-ahli.html

http://celoteh-galang.blogspot.com/2012/11/masyarakat-pedesaan-masyarakat-perkotaan.html

 http://edukasi.kompasiana.com/2013/12/12/pantas-anak-anak-tak-mau-jadi-petani-kenapa-618692.html

Pelapisan Sosial

Pelapisan Sosial

     Penyebab terjadinya pelapisan sosial yang sangat kentara di Indonesia adalah karena setiap masyarakat mempunyai sesuatu yang dihargai, dapat berupa kepandaian, kekayaan, kekuasaan, profesi, keaslian keanggotaan masyarakat dan sebagainya. Semakin banyak kepemilikan atau kecakapan masyarakat/seseorang terhadap sesuatu yang dihargainya, maka semakin tinggi pula kedudukan atau lapisannya. Namun sebaliknya, bagi mereka yang hanya mempunyai sedikit atau bahkan tidak memiliki sama sekali kepemilikan atau kecapakapan, maka mereka mempunyai kedudukan dan lapisan yang rendah.
      Seseorang yang mempunyai tugas sebagai pejabat, ketua ataupun pemimpin, pasti menempati lapisan yang tinggi bila dibandingkan dengan anggota masyarakat yang tidak mempunyai tugas apa-apa. Penghargaan terhadap jasa atau pengabdiannya seseorang bisa pula ditempatkan pada posisi yang tinggi, misalnya pahlawan, pelopor, penemu, dan sebagainya. Dapat juga karena keahlian dan ketrampilan seseorang dalam pekerjaan tertentu dia menduduki posisi tinggi jika dibandingkan dengan pekerja yang tidak mempunyai ketrampilan apapun.


Faktor-faktor Penyabab Pelapisan Sosial 
  1. Kekayaan (materi ). Kepemilikan harta benda seseorang dilihat dari jumlah dan materiil saja. Biasanya orang yang memiliki harta dalam jumlah yang besar akan menempati posisi teratas dalam penggolongan masyarakat berdasarkan kriteria ini.
  2. Kekuasaan (power ). Kepemilikan kekuatan atau power seseorang dalam mengatur dan menguasai sumber produksi atau pemerintahan. Biasanya ukuran ini dikaitkan dengan kedudukan atau status sosial seseorang dalam bidang politik. 
  3.  Kehormatan/kebangsawanan. Orang yang mempunyai gelar kebangsawanan yang menyertai namanya, seperti raden, raden mas, atau raden ajeng akan menduduki strata teratas dalam masyarakat.
  4.  Tingkat pendidikan (pengetahuan ). Kriteria ini dapat pula disebut sebagai ukuran kepandaian dalam kualitas. Berdasarkan ukuran ini, orang yang berpendidikan tinggi, misalnya seorang sarjana akan menempati posisi teratas dalam stratifikasi sosial di masyarakat, akan tetapi, ukuran tersebut kadang menyebabkan terjadinya efek negatif karena ternyata bukan mutu ilmu pengetahuannya yang menjadi ukuran, melainkan ukuran gelar kesarjanaannya.
Contoh Pelapisan Sosial yang Terjadi
  1. Pada masyarakat kota, antara yang kaya dan miskin cukup besar, sedangkan di daerah pedesaan tingkatannya hanya kaya dan miskin saja.
  2. Pada masyarakat kota, antara yang kaya dan miskin cukup besar. Di daerah pedesaan tingkatannya hanya kaya dan miskin saja.
  3. Pada umumnya, masyarakat pedesaan cenderung berada pada tingkat menengah menurut ukuran desa, sebab orang kaya dan orang miskin sering bergeser ke kota. Kepindahan orang miskin ini disebabkan karena tidak mempunyai tanah, mencari pekerjaan ke kota atau ikut transmigrasi. Apa yang dibutuhkan dan diinginkan dari golongan miskin ini sering desa tidak mampu mengatasinya. 
  4. Sistem kasta pada masyarakat Bali. Di Bali, seseorang yang sudah menempati kasta tertentu sangat sulit, bahkan tidak bisa pindah ke kasta yang lain. Seorang anggota kasta teratas sangat sulit untuk pindah ke kasta yang ada di bawahnya, kecuali ada pelanggaran berat yang dilakukan oleh anggota tersebut.
     5.   Seseorang yang tadinya miskin dan bodoh bisa merubah penampilan serta strata sosialnya menjadi lebih tinggi karena berupaya sekuat tenaga untuk mengubah diri menjadi lebih baik dengan sekolah, kuliah, kursus dan menguasai banyak keterampilan sehingga dia mendapatkan pekerjaan tingkat tinggi dengan bayaran / penghasilan yang tinggi.
http://infosos.wordpress.com/kelas-xi-ips/struktur-sosial/ 

http://sosone.wordpress.com/